PortailIndeksCalendarGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 let's save our world

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ikmal

avatar

Male Jumlah posting : 8
Age : 37
Lokasi/Alamat : cikupa-tangerang
Motivasi Bergabung / No Telp/Hp : menambah teman / (021) 70266235
Pekerjaan/Hobi : wiraswasta/otomotif
Registration date : 16.07.07

PostSubyek: let's save our world   Fri 27 Jul - 14:30

Please… please… be aware… Isu ini skrg semakin gencar… AND IT"S TRUE! You

might not think that you will get through it now, but if it isn't you, than

your son and grandson will… stop it, before it's too late….







Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam



Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah

suatu masalah yang perlu kita risaukan.

"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa

mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah

Anda berpikir.





Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)

memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat

mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan

suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3 o C. Jika peningkatan

suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari

sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi

masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar,

sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat

panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan

debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama

makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan

lenyap, begitu pula nyawa manusia.



Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu

minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17 o C per tahun.

Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per

tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu

menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung

Jayawijaya di Papua.



Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir

dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.

Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika

suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah

di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi

(seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.



Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya

kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es

yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan

permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat.

Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis

kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang

sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan

orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat

tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.



Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR),

menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi

gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang

dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah

untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa

menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan

lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan

lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari

(termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang

pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan

konsentrasi gas rumah kaca tadi.



Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah

kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas

alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun

membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga

masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan

clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses

pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi.

Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara

itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model

lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.



Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.

Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki

bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan,

dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus

bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak

orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari

separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35%

rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya

udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya

menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur

Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia

pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai

penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut

(yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa

menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan

habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di

seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa

menghirup udara bersih.



Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet

Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk

anak-anak kita nanti.



Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :



1. Matikan listrik.

(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elekt roni k dalam

keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.

Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN

menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).

2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya

agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).

3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).

4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala.

Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24 o C).

5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).

6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.

7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

8. Jemur pakaian di luar . Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang

memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.

9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).

11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas

berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya

untuk didaur ulang kembali.

12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka

turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
let's save our world
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Minta pendapat buat pemilik Ninja 250 dan punya /pernah punya CBR 150
» Indonesia Changes The World "BBM dari Plastik"
» jual harley davidson ultra classic electra 95th anniversary/th 1998(only 3000 bikes in the world)
» Info parkir khusus N250R Jabodetabek
» Misteri angka 11 dengan Tragedi WTC

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: KABAR APA HARI INI?-
Navigasi: