PortailIndeksCalendarGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Tentang Bahan Bakar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
dimas579



Male Jumlah posting : 66
Age : 37
Lokasi/Alamat : Perumnas I Tangerang
Motivasi Bergabung / No Telp/Hp : Share Pengalaman/0215910883/02168842994
Pekerjaan/Hobi : Karyawan
Registration date : 20.03.07

PostSubyek: Tentang Bahan Bakar   Tue 29 May - 10:53

Dari seorang teman neh, Semoga Bermanfaat.. .!!!

Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu
Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada
juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas.
Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain
mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja
yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai
oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan
seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih
tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada
mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi
juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur
yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio /
CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan
dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke
titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin
mobil Timor DOHC S515i adalah 9.3 : 1

Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin
mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu
bensin Pertamax.

Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR
pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin
berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang
tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal
sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi,
bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh
ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah "Ngelitik"
(pinging/knocking) . Bagaimana menggambarkan 'kejam'nya ngelitik yang
dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku. kira-kira
begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan. dan
bahkan bisa bolong!.. hiiii..

Saat terjadi 'ngelitik', bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja
mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan
bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin
lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa
intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya
dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak
memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih
'bertenaga'.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka
ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

Kesimpulan:

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada
modifikasi lain).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar
(dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan
rendah)

- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan
penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin
yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami 'ngelitik', antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung
timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih
lambat (Retard).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya) .
- dan lain-lain.

Fakta.

Pada kenyataannya. . banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru
yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium.
Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin
motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

Berkat bantuan banyak teman baik dari beberapa milis, saya coba kumpulkan
dan sajikan daftar Rasio Kompresi untuk mobil dan motor berbagai merek. Atas
segala keterbatasan dan kekurangan saya, mohon maaf apabila mobil atau motor
Anda belum terdaftar, bagi yang mempunyai data untuk melengkapi silahkan
tambahkan pada kolom komentar.

semoga bermanfaat!




dari djohari@gartratours.co.id
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.friendster.com/dimas579
dimas579



Male Jumlah posting : 66
Age : 37
Lokasi/Alamat : Perumnas I Tangerang
Motivasi Bergabung / No Telp/Hp : Share Pengalaman/0215910883/02168842994
Pekerjaan/Hobi : Karyawan
Registration date : 20.03.07

PostSubyek: Re: Tentang Bahan Bakar   Tue 29 May - 10:55

SAFT7 - Automotive tips and sharing

1. Beberapa informasi tambahan yang mungkin bermanfaat:

1. Kejadian knocking /ngelitik:
Suara yang kita dengar sebagai "knocking" (istilah Indonesianya: ketuk)
sebenarnya adalah pertemuan dua lidah api dari dua ledakan dari dua
pembakaran yang terjadi berurutan. Satu pembakaran terjadi dari ledakan
spontan bensin beroktan rendah, satu lagi dari pembakaran yang memang
semestinya terjadi oleh busi (setelah pembakaran spontan yang salah
tersebut, dengan bahan bakar belum semuanya menyala, busi memercikkan
apinya). Ketuk ini memberi tekanan yang sangat besar pada piston dan klep
(dan juga dinding silinder), dan dalam jangka panjang, akan merusak mesin.
Pembakaran spontan (prematur) tersebut juga mengurangi efisiensi mesin
karena ekspansi gas dari pembakaran terjadi mendahului saat dimana ekspansi
tersebut diinginkan untuk menekan piston turun (power stroke).

2. Memundurkan timing untuk mencegah knocking.
Agar kedua ledakan /pembakaran tidak saling tubruk, maka timing dimajukan.
Jadi pembakaran yang semestinya terjadi justru mendekati waktu pembakaran
yang keliru. Maka terhindarlah dua lidah api bertemu dari dua ledakan. Tentu
saja tindakan ini akan menurunkan efisiensi mesin. Silakan coba: Mundurkan
timing pada kendaraan yang masih bisa disetel manual. Akan didapatkan jarum
penunjuk temperatur mesin naik sedikit pada temperatur operasi.

Pada kendaraan dengan knocking sensor, terdapat sensor getaran pada dinding
mesin. Bila sensor ini mendeteksi getaran pada frekuensi yang tidak normal
(dideteksi sebagai ketuk), ECU (atau vacuum pada mesin lama) akan menarik
timing maju, dan mungkin akan menyesuaikan aliran bahan bakar.

3. Hubungan dengan rasio kompresi.
Rasio kompresi bukan satu-satunya penentu angka oktan yang diperlukan.
Bentuk ruang bakar, desain mesin, bentuk kepala piston, perbandingan
campuran bahan bakar, aliran masuk bahan bakar (dan manajemen alirannya
serta fitur seperti cyclone, valve deactivation, variable valve timing,
turbocharger /supercharger, gasoline direct injection, dll) juga bisa
mengubah kebutuhan oktan naik /turun. Jadi sebaiknya dilihat buku petunjuk
(manual kendaraan) mengenai kebutuhan oktan. Termasuk apakah kendaraan boleh
menggunakan bahan bakar bertimbal, menambah aditif, dll.

4. Memilih angka oktan.
Memilih oktan untuk kendaraan seperti mengisi air ke dalam gelas hingga
tinggi tertentu. Ada batas di mana mesin akan terpuaskan. Kurang menyebabkan
tidak optimal dan terganggu. Makin penuh makin OK. Namun terlalu banyak
hanya akan tumpah, mubazir saja.

5. Oktan di pompa bensin di Indonesia .
Dengan hadirnya bensin dari berbagai produsen,angka oktan pada bensin
semakin ngetop. Dulu kita hanya tahu premium, pertamax (ex super). Premium
beroktan 88 (dulu 87) (padahal sudah lazim di dunia otomotif premium
beroktan 90 ke atas, 88 disebut regular). Sekarang kesadaran akan nilai
oktan menjadi tinggi, karena angka oktan menjadi standar pembanding antar
merk bensin dari berbagai produsen.
Sebenarnya sudah saatnya di Indonesia dibuat peraturan agar angka oktan
harus dituliskan dengan angka besar di setiap dispenser pompa bensin, dan di
balik flap tutup lubang pengisian tangki bahan bakar /pada tangki tanpa
flap: pada dinding tangki bahan bakar kendaraan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.friendster.com/dimas579
 
Tentang Bahan Bakar
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» ini tentang bahan bakar dari luar Shell.
» Berapa standard perbandingan bahan bakar ninja 250?
» Konsumsi Bahan bakar sebelum dan sesudah ganti knalpot racing + jetting
» [WTA] pemakaian bahan bakar terhadap perbandingan kompresi
» Ducati Monster 696

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: PEMBAHASAN PERAWATAN DAN BENGKEL REFERENSI (alamat & No Telp) :: 1. Tips Perawatan-
Navigasi: